Page 20 - Paduan Belajar Pajak Penghasilan Pasal 21 Untuk Tenaga Ahli Berbasis Ms Excel._Neat
P. 20

Sebagai  ilustrasi  Hermawan  (K/1)  merupakan  Konsultan




                      pajak pada KKP Swastika mulai tahun 2018. Hermawan telah




                      melakukan kontrak pada KKP Swastika untuk masa kerja 5




                      Tahun. Namun, pada tahun 2020 Hermawan terikat kontrak




                      pada  perusahaan  audit  pajak  di  Surabaya.  Sehingga,




                      diketahui  bahwa  penghasilan  dari  Hermawan  berasal  gaji




                      pada KKP Swastika dan Perusahaan audit pajak. Pada 2020,




                      Hermawan                                   memiliki                             peredaran                                bruto                      sebesar




                      Rp1.000.000.000.  Kesimpulannya  Hermawan  memperoleh




                      dari "lebih dari satu pemberi kerja". Maka, perhitungan dari





                      PPh pasal 21 terutang Hermawan adalah sebagai berikut:










                      ((Penghasilan Bruto x 50%) x Tarif Pasal 17




                      ((Rp1.000.000.000 x 50%)




                      Rp500.000.000 (PKP)










                      Perhitungan PPh 21 terutang:




                             1.   Rp60.000.000 x 5% = Rp3.000.000




                             2.   Rp190.000.000 x 15% = Rp28.500.000





                             3.   Rp250.000.000 x 25% = Rp62.500.000










                      Sehingga,  Total  PPh  pasal  21  terutang  Hermawan  pada




                      tahun 2018 adalah Rp94.000.000

















































                                                                                                                                                                                                        15
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25