Page 8 - Paduan Belajar Pajak Penghasilan Pasal 21 Untuk Tenaga Ahli Berbasis Ms Excel._Neat
P. 8
Tenaga ahli adalah seseorang yang dianggap sebagai sumber
terpercaya dari teknik dan keahlian tertentu untuk
mengevaluasi dan memutuskan sesuatu secara akurat, baik
atau andal, yang relevan dengan bidang khusus tersebut.
Secara umum, tenaga ahli adalah seseorang yang memiliki
pengetahuan atau keterampilan yang luas dalam bidang studi
tertentu. Para ahli menyuarakan pendapat mereka tentang
bidang terkait, tetapi mereka tidak selalu setuju pada
kekhususan bidang studi. Melalui pelatihan, pendidikan,
profesi, publikasi dan pengalaman, seorang ahli dikatakan
memiliki pengetahuan yang luar biasa di bidangnya di atas
rata-rata orang lain secara umumnya.
Dapat disimpulkan bahwa tenaga ahli adalah sekelompok
non-karyawan (bukan pegawai) yang menerima atau
memperoleh penghasilan selama memberikan beberapa
layanan. jenis profesi yang disebut sebagai tenaga ahli dalam
Peraturan Dirjen Pajak yaitu termasuk pengacara, akuntan,
arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai dan aktuaris.
Yang perlu diketahui bahwa tenaga ahli, baik pegawai tetap,
pegawai tetap, dan tenaga kerja lepas yang memperoleh
penghasilan dengan nama dalam bentuk apapun dari pemberi
kerja yang berfungsi sebagai pemotong PPh 21 atau PPh 26
sebagai imbalan jasa professional yang telah diberikan. Jika
pemotong PPh 21 menggunakan jasa pihak ketiga sebagai
pegawainya, maka jumlah penghasilan bruto adalah jumlah
pembayaran dikurangi gaji dari pegawai tersebut, kecuali
adanya kontrak perjanjian yang tidak dapat dipisahkan dengan
gaji pegawai tersebut. Maka, besar penghasilan brutonya adalah
sebesar jumlah yang dibayarkan. Jika dalam kasus baru pegawai
tersebut diberikan barang atau material, maka besarnya
penghasilan bruto sebesar pemberian jasanya, kecuali adanya 3
kontrak yang tidak dipisahkan.

