Page 16 - eModul SPEOS
P. 16
menempatkan ibu dalam posisi yang nyaman, santai, dan bebas dari rasa sakit,
terutama pada jam–jam menyusukan anak.
Pengeluaran prolaktin dihambat oleh faktor – faktor yang belum jelas
bahannya, namun beberapa bahan terdapat kandungan seperti dopamin, serotonin,
katekolamin, dan TSH yang ada kaitannya dengan pengeluaran prolaktin.
Pengeluaran oksitosin selain dipengaruhi oleh isapan bayi, juga oleh reseptor yang
terletak pada duktus. Bila duktus melebar, maka secara reflektoris oksitosin
dikeluarkan oleh hipofisis. Jadi peranan prolaktin dan oksitosin mutlak diperlukan.
C. NIFAS
1. Konsep Nifas
Masa nifas (puerperium), berasal dari bahasa latin, yaitu puer yang artinya
bayi dan parous yang artinya melahirkan atau berarti masa setelah melahirkan.
Masa nifas (puerperium) adalah masa setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat
– alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung
selama kira – kira 6 minggu. Secara garis besar terdapat tiga proses penting di masa
nifas, yaitu sebagai berikut (Varney, Jan, Kriebs, Carolyn, & Gregor, 2007): a.
Pengecilan rahim atau involusi
b. Kekentalan darah (hemokonsentrasi) kembali normal
c. Proses laktasi atau menyusui
2. Masa Nifas dan Laktasi
Masa nifas berkaitan erat dengan proses laktasi. Pada prosesnya
keberhasilan laktasi dipengaruhi kesiapan ibu dari awal masa nifas yang bisa
berhubungan dengan perubahan / adaptasi pada masa nifas. Setelah melahirkan, ibu
mengalami perubahan fisik dan fisiologis yang juga mengakibatkan adanya
beberapa perubahan dari psikisnya. Ia mengalami stimulasi kegembiraan yang luar
biasa, menjalani proses eksplorasi dan asimilasi terhadap bayinya, berada di bawah
tekanan untuk dapat menyerap pembelajaran yang diperlukan tentang apa yang
harus diketahuinya dan perawatan untuk bayinya, dan merasa tanggung jawab yang
luar biasa untuk menjadi seorang ibu.
14

