Page 8 - Modul 1
P. 8

9.  Bahasa Bervariasi
                                Penutur  bahasa  biasanya  terdiri  dari  berbagai  status  sosial  dan

                         latar belakang budaya berbeda. Jadi, dengan perbedaan tersebut, bahasa
                         yang digunakan pun menjadi bervariasi atau beragam. Variasi atau ragam

                         bahasa merupakan  bahasan  pokok dalam studi sosiolinguistik. Bahasa

                         bervariasi  terjadi  bukan  hanya  penuturnya  yang  tidak  homogen,  tetapi
                         kegiatan  interaksi  sosial  yang  mereka  lakukan  sangat  beragam.

                         Berdasarkan  penggunaannya,  bahasa  itu  digunakan  untuk  apa,  dalam
                         bidang apa, jalur dan alatnya seperti apa, dan bagaimana situasi bahasa

                         tersebut  digunakan.  Secara  umum,  ada  tiga  istilah  yang  muncul  dari

                         variasi  bahasa,  yakni  idiolek,  dialek,  dan  ragam.  Idiolek  adalah  variasi
                         bahasa  yang  hanya  dimiliki  perseorangan,  atau  bersifat  perseorangan.

                         Setiap  orang  tentu  mempunyai  ciri  khas  bahasanya  masing-masing.
                         Contoh  nyatanya  adalah  idiolek  antara  laki-laki  dan  perempuan  yang

                         berbeda. Dialek adalah variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok

                         anggota  masyarakat  pada  suatu  tempat  atau  suatu  waktu.  Misalnya  di
                         daerah Jawa, ada dialek Banyumas, dialek Yogyakarta, dialek Surabaya

                         yang berbeda satu sama lain. Sementara ragam adalah variasi bahasa
                         yang  digunakan  dalam  situasi  tertentu,  keadaan,  atau  untuk  keperluan

                         tertentu. Misalnya, ragam formal dan ragam informal.
                      10. Bahasa Unik

                                Unik  bermakna  memiliki  ciri  khas  spesifik  dan  tidak  dimiliki  oleh

                         yang lain. Jadi, bahasa bersifat unik, berarti setiap bahasa mempunyai ciri
                         khas  sendiri  yang  tidak  dimiliki  oleh  bahasa  lainnya.  Ciri  khas  ini  bisa

                         menyangkut  sistem  bunyi,  sistem  pembentukan  kata,  sistem
                         pembentukan  kalimat,  atau  sistem-sistem  lainnya.  Contoh  perbedaan

                         keunikan  bahasa Indonesia  dan  bahasa  Arab  yang berbeda dalam  hal
                         sistem penulisannya.

                      11. Bahasa Bersifat Universal

                                Universal memiliki makna umum atau berlaku untuk semua orang
                         di seluruh dunia. Keuniversalan bahasa artinya walaupun ada keunikan

                         dari setiap bahasa di dunia ini, tetapi ada ciri-ciri yang sama dan dimiliki




                    8      Modul 1- Hakikat Bahasa dan Sikap Positif terhadap Bahasa Indonesia
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13