Page 426 - Artikel Prosiding SEMNAS PGSD UMC 2022
P. 426
disusun oleh pemerintah kemudian guru tinggal menjabarkan nya kedalam RPP, begitu juga
dengan buku siswa yang diterbitkan oleh kemendikbud. Berdasarkan hasil analisis bahwa kualitas
RPP guru khususnya bagi sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 di Kabupaten Cirebon sudah
berada pada kategori baik.
Pertama dikaji dari persiapan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran khususnya
RPP. Kedua, proses yang dilakukan guru dalam menyusun RPP sudah sistematis. Hal ini sesuai
dengan teori desain pembelajaran dalam membuat RPP yaitu dilakukan secara sistematis. Proses
pembuatan RPP dilakukan mulai dari menganalisis kompetensi, mengembangkan materi,
menentukan metode dan strategi pembelajaran, menentukan media, membuat langkah-langkah
pembelajaran, dan membuat penilaian.
Ketiga, dengan adanya buku guru, para guru lebih mudah membuat langkah-langkah
pembelajaran. Buku guru memberikan gambaran tentang standar pembelajaran yang dapat
diterapkan guru. Namun ada juga guru yang mengembangkan langkah-langkah pembelajaran yang
lebih inovatif sehingga RPP yang dibuat guru relevan dengan kondisi dan karakteristik siswa.
Berdasarkan hasil penelitian dari aspek desain pesan bahwa buku siswa dalam kurikulum
2013 ini sudah berada pada kategori sangat baik. Dikaji dari segi ketepatan jenis, ukuran, dan spasi
huruf, buku kurikulum 2013 sudah menggunakan huruf yang tepat sehingga jelas dibaca oleh
siswa. Dikaji dari kejelasan teks, panjang teks, tata ruang teks, variasi teks dan ketepatan tata ruang
teks, buku K13 sudah sangat baik. Jumlah teks sangat memperhatikan karakteristik siswa sehingga
tidak terlalu banyak teks maupun terlalu sedikit teks. Begitu juga dengan pengaturan tata letak teks
sudah memperhatikan kenyamanan mata pembelajar, adanya ruang kosong, spasi horizontal
maupun spasi vertikal. Dikaji dari kemenarikan sampul, buku K13 menggunakan gambar yang
sesuai tema atau judul buku dan mencerminkan isi buku.
D. SIMPULAN
Dari hasil analisis, perangkat pembelajaran di SD sudah hampir sempurna, artinya di SD
sangat lengkap. Mulai dari terdapat silabus, RPP, dan bahan ajar (buku cetak). Akan tetapi di SD
ini tidak memiliki LKS hanya memiliki buku cetak untuk pegangan belajar siswa di rumah.
Selain itu, berdasarkan observasi di SD. Walaupun RPP sudah baik dan lengkap dengan
format sesuai dengan anjuran pemerintah. Akan tetapi dalam proses pembelajarannya masih kurang
sesuai terhadap apa yang sudah dibuat atau dituliskan di dalam RPP. Karena tentunya RPP yang
sudah dibuat dan kondisi langsung di lapangan pasti ada saja kendala yang didapat, seperti kurang
kondusif nya para siswa, pada bagian penutup belum semua RPP terdapat kegiatan tindak lanjut
seperti remedial maupun pengayaan, dan kurang bervariasinya media, alat maupun sumber belajar
yang digunakan.
DAFTAR PUSTAKA
Malawi, I., Tryanasari, D., & Riyanto, E. (2017). Pengembangan perangkat pembelajaran
kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik
Kependidikan, 2(1), 1-7.
Ningrum, E. S., & Sobri, A. Y. (2015). Implementasi kurikulum 2013 di sekolah dasar. Jurnal
Manajemen Pendidikan, 24(5), 416-423.
Hamonangan, A. S., & Sudarma, I. K. (2017). Analisis perangkat pembelajaran kurikulum 2013 di
sekolah dasar. Journal of Education Technology, 1(2), 149-155.
Ismayani, R. M. (2019). Pelatihan Kurikulum 2013 di Tingkat Sekolah Dasar. Abdimas Siliwangi,
2
Krissandi, A. D. S., & Rusmawan, R. (2015). Kendala guru sekolah dasar dalam implementasi
Kurikulum 2013. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 34(3).
417

