Page 19 - E MODUL PEMBELAJARAN SOLEH.cdr
P. 19

Secara struktural sperma terdiri dari kepala, leher, bagian tengah, dan ekor. Kepala

                      sperma  terlindungi  akrosom  (haploid)  yang  mengandung  enzim  hialuronidase  dan
                      proteinase, yang memiliki fungi pada proses penetrasi lapisan sel telur. Pada bagian
                      tengah sperma terdapat mitokondria yang berfungsi sebagai penyedia energi untuk

                      menggerakkan ekor sperma.



                  3.  Hormon pada Sistem Reproduksi Laki-Laki
                             Di  bawah  kontrol  hipotalamus,  hormon  gonadotropin  dihasilkan  melalui

                      rangsangan hipofisis. Hormon ini merangsang hipofisis anterior untuk menghasilkan
                      hormon  LH  (Luteinizing  Hormon)  dan  hormon  FSH  (Follicle  S mula ng  Hormon).

                      Hormon  LH  akan  mens mulasi  sel-sel  Leydig  untuk  mensekresikan  hormon
                      testosteron. Hormon testosteron sendiri memiliki fungsi saat proses spermatogenesis,
                      yaitu  berperan  saat  pematangan  sperma.  Disamping  itu  hormon  testosteron  juga

                      berfungsi mencegah pengeroposan tulang dan pertumbuhan kelamin sekunder pria.
                      Sedangkan hormon FSH berperan dalam merangsang sel-sel sertoli yang terjadi di

                      tubulus seminiferus untuk mengubah sel-sel sperma d menjadi sperma saat terjadi
                      spermatogenesis.



               C.   Rangkuman
                  1.  Organ reproduksi pria digolongkan menjadi organ reproduksi luar terdiri dari penis dan

                      skrotum  sedangkan  organ  reproduksi  dalam  terdiri  dari  tes s,  saluran  kelamin
                      (epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, uretra), dan kelenjar asesoris (vesikula
                      seminalis, kelenjar prostat, kelenjar cowper).

                  2.  Hormon-hormon yang berperan dalam pada sistem reproduksi pria adalah hormon
                      testosteron, LH, FSH, estrogen dan hormon pertumbuhan.

                  3.  Proses pembentukan dan pemasakan spermatozoa disebut spermatogenesis. Proses
                      pembentukan  spermatozoa  dipengaruhi  oleh  kerja  beberapa  hormon.  Kelenjar

                      hipofisis menghasilkan hormon perangsang folikel (Follicle S mula ng Hormone/FSH)
                      dan hormon lutein (Luteinizing Hormone/LH).



               D.    Tugas
                  1.  Buatlah bagan mengenai proses spermatogenesis sekrea f mungkin dan tuliskan hasil

                      analisis dari bagan spermatogenesis yang telah kamu buat!
                  2.  Bandingkan bagan dan hasil analisis proses spermatogenesis kamu ke teman-teman

                      yang lain!





                                                            9
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24