Page 34 - Buku Role model-fix 6_Neat
P. 34

Ekonomi vs Konservasi
                 Meningkatnya kesadaran masyarakat dan upaya-upaya pen-
          gawasan yang dilakukan oleh Balai TN Taka Bonerate maupun pen-
          egakkan hukum yang dilakukan terhadap pelaku kegiatan destructive
          fishing memberikan dampak terhadap berkurangnya kegiatan pem-
          boman ikan (meskipun belum hilang seluruhnya) dan kondisi yang
          lebih baik pada parameter rekrutmen karang keras, kelimpahan dan
          biomasa ikan karang tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2015
          (WCS, 2019). Kondisi ekosistem terumbu karang menunjukkan
          kondisi yang lebih baik di tahun 2019 dibandingkan tahun 2015 yai-
          tu adanya peningkatan signifikan pada parameter rekrutmen karang
          keras, kelimpahan dan biomasa ikan karang. Tutupan karang keras
          dan biomasa ikan karang tahun 2019 mengalami kenaikan diband-
          ingkan tahun 2015 namun tidak signifikan. Kelimpahan rekrutmen
          karang keras tahun 2019 (4,05 no.m-2 ± 0,17 SE)  lebih tinggi diband-
          ingkan tahun 2015 (3,15 no.m-2 ± 0,21 SE) dengan perbedaan yang
          signifikan (X2(28)=- 3,11; P-value=0,004). Kenaikan kelimpahan
          rekrutmen karang keras secara signifikan terjadi di zona inti, zona
          perikanan tradisional dan zona rehabilitasi.
                 Kelimpahan ikan karang mengalami kenaikan yang sig-
          nifikan (X2(28)=-4,87; Pvalue=0,00). Kelimpahan ikan naik teru-
          tama karena bertambahnya kelimpahan ikan-ikan berukuran kecil
          terutama  dari  famili  planktivora  dan  omnivore.  Sedangkan  pada
          biomasa ikan karang kenaikan biomasa terutama berasal dari ikan-
          ikan berukuran besar (>40 cm) walaupun tidak menunjukkan nilai
          yang  berbeda  signifikan  antara tahun  2015 dengan  tahun  2019
          (X2(28)=679,00; P-value=0,052). Biomasa ikan karang berukuran
          besar (>40 cm) masih ditemukan dalam jumlah yang relative cukup
          tinggi dibandingkan dari daerah terumbu karang lainnya di Indone-
          sia, terutama di bagian barat. Komposisi biomasa ikan karang ber-
          dasarkan ukuran panjang total didominasi oleh ikan ikan berukuran
          >40 cm (WCS, 2019).
                 Upaya perbaikan/pemulihan kondisi ekosistem terus di
          lakukan. Bersama kelompok masyarakat, Balai Taman Nasional Taka
          Bonerate intens melakukan transplantasi karang sebagai salah satu
          upaya pemulihan ekosistem karang yang juga berfungsi sebagai ru-
          mah ikan. Patroli bersama masyarakat juga dilakukan sebagai salah
          satu upaya menjaga ekosistem yang ada dari aktivitas-aktivitas yang
          merusak.
                 Kondisi ekosistem dan sumberdaya yang lebih baik, akan
          membawa manfaat bagi kepentingan konservasi, namun juga dari
          sisi ekonomi. Tahun 2018, jumlah kunjungan ke Taman Nasional


          Pembelajaran Role Model Pengelolaan Bersama di TN Taka Bonerate  30
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39