Page 33 - Buku Role model-fix 6_Neat
P. 33
pengelolaan usaha ekowisata dan segala keuntungan yang diperoleh.
Ekowisata berbasis masyarakat merupakan usaha ekowisata yang
memprioritaskan peran aktif masyarakat. Hal tersebut dikarenakan
masyarakat setempatlah yang memiliki pengetahuan tentang alam
serta budaya yang menjadi potensi dan nilai jual sebagai daya ta-
rik wisata, sehingga pelibatan masyarakat menjadi mutlak. Pelibatan
masyarakat dalam pengelolaan ekowisata berarti mengakui hak mas-
yarakat lokal dalam mengelola kegiatan wisata di kawasan yang mer-
eka miliki secara adat ataupun sebagai pengelola. Model ini juga akan
mencegah terjadinya kecemburuan sosial dan adanya kemungkinan
upaya masyarakat melakukan aksi destruktif terhadap objek wisata
atau sarana yang ada pada objek wisata tersebut.
Dampak pengelolaan yang melibatkan masyarakat ada-
lah menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat, dan
meningkatkan kesejahteraan, di mana penghasilan ekowisata adalah
dari jasa-jasa wisata untuk pengunjung seperti biaya transportasi,
penginapan/homestay, penjualan souvenir, serta biaya jasa peman-
du wisata, dll. Selain itu, hal ini dapat memberikan solusi bagi mas-
yarakat sebagai mata pencaharian alternatif selain mata pencaharian
pokoknya sebagai nelayan, serta dapat mengurangi kegiatan yang
sifatnya merusak dan dilarang berdasarkan peraturan dan perundan-
gan yang berlaku, seperti melakukan kegitan illegal dan destructive
fishing. Namun demikian, pola ekowisata berbasis masyarakat ini
bukan berarti bahwa masyarakat akan menjalankan usaha ekowisata
sendiri, tetapi secara simultan dan terintegrasi menjalankannya ber-
sama segenap penggiat wisata di tempat itu. Mulai dari level pemerin-
tah, komunitas, masyarakat, dunia usaha dan organisasi non pemer-
intah. Implementasi ekowisata perlu dipandang sebagai bagian dari
perencanaan pembangunan terpadu yang dilakukan disuatu daerah.
Berkaitan pengembangan mata pencaharian alternatif, maka dengan
memanfaatkan jasa dan potensi sumberdaya alam bisa mengurangi
tekanan terhadap ekosistem, artinya masyarakat bisa sejahtera dan
lingkungan tidak mengalami degradasi. Melalui Role Model Pengem-
bangan Destinasi Wisata berbasis Masyarakat, upaya untuk mengem-
bangkan pencaharian alternative dilakukan dengan cara mengem-
bangkan kapasitas masyarakat untuk mengelola jasa wisata alam di
Desa. Pengembangan kapasitas dilakukan dengan memfasilitasi pem-
bentukan kelompok, memberikan pelatihan, pendampingan, dan
bantuan sarana prasarana pendukung. Melalui upaya ini masyarakat
akan mendapatkan nilai tambah ekonomi tanpa melakukan ekstraksi
sumberdaya alam, dan kelestarian sumberdaya tetap terjaga.
29
Pembelajaran Role Model Pengelolaan Bersama di TN Taka Bonerate