Page 390 - AR PAM 2024 FLIPBOOK_5 Direksi
P. 390
PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM JAYA (PAM JAYA)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dengan Perbandingan Tanggal 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut)
(Dinyatakan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan Perusahaan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia, mewajibkan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya
ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa
mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat.
a. Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan yang memiliki pengaruh material dan signifikan atas jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan:
1) Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan
liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan pertimbangan bila
definisi yang ditetapkan PSAK 239 (d.h. PSAK 55, Revisi 2011) terpenuhi. Dengan demikian,
aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan
seperti diungkapkan pada (Catatan 2, huruf e).
2) Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Piutang Usaha Perusahaan melakukan
evaluasi atas piutang pada setiap akhir periode tahun pelaporan untuk melakukan penilaian
atas CKPN yang telah dicatat. Pertimbangan manajemen diperlukan untuk melakukan
estimasi atas jumlah dan waktu yang tepat atas arus kas masa mendatang dalam
menentukan tingkat cadangan yang dibutuhkan. Perusahaan membentuk CKPN kolektif atas
eksposur piutang usaha, dimana evaluasi dilakukan berdasarkan data kerugian historis dan
estimasi kerugian masa depan (Expected Credit Loss / ECL) (Catatan 2, huruf e).
3) Aset tetap yang berasal dari Mitra Swasta dikelompokkan dan diklasifikasikan sesuai dengan
pengelompokan dan pengklasifikasian aset tetap Perusahaan, termasuk penentuan umur
manfaat aset tetap eks mitra, kecuali dari hasil valuasi umur manfaatnya dibawah umur
manfaat aset tetap Perusahaan. Dengan demikian, aset tetap eks Mitra Swasta diakui sesuai
dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada (Catatan 2, huruf k).
b. Penggunaan Asumsi dan Estimasi Akuntansi
Penyajian laporan keuangan mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi jumlah Aset dan Liabilitas pada tanggal laporan keuangan serta jumlah
pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Hasil sebenarnya mungkin berbeda dengan
jumlah yang diestimasi tersebut.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk periode pelaporan berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat
perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam
asumsi terkait pada saat terjadinya.
28
Laporan Tahunan 2024 390 Annual Report 2024

