Page 391 - AR PAM 2024 FLIPBOOK_5 Direksi
P. 391
PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM JAYA (PAM JAYA)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2024 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dengan Perbandingan Tanggal 31 Desember 2023 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut)
(Dinyatakan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Berikut ini estimasian akuntansi yang dibuat mendasar pada asumsi akuntansi yang signifikan oleh
manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh
material atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
1) Pensiun dan Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada
pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah
tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan,
tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat
kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan langsung diakui
dalam laba atau rugi pada saat terjadinya.
Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa, asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai,
perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan
Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan
kerjadan beban imbalan kerja bersih.
2) Penyusutan Properti Investasi, Aset Tetap, dan Aset Hak Guna
Biaya perolehan properti investasi dan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis
lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat
ekonomis aset tetap antara 4 - 20 tahun. Umur ekonomis tersebut yang secara umum diharapkan
dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan
perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan
karenanya beban penyusutan masa depan mungkin direvisi. Lihat catatan 2, huruf j dan k.
Untuk aset hak guna (AHG), jika biaya perolehan AHG merefleksikan penyewa akan
mengeksekusi opsi beli, maka AHG disusutkan dari tanggal permulaan kontrak sewa hingga akhir
umur manfaat aset pendasar. Periode penyusutan untuk AHG dengan opsi beli yang dieksekusi
tersebut mengacu pada ketentuan masa manfaat aset tetap, sebaliknya jika tidak merefleksikan
eksekusi opsi beli, maka AHG disusutkan selama masa kontrak sejak dimulainya tanggal sewa
sampai dengan berakhirnya kontrak sewa. Lihat catatan 2, huruf l.
3) Pajak Penghasilan
Dalam situasi tertentu, Perusahaan tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak
pada saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan, atau negosiasi dengan otoritas
perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang
kompleks serta jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan.
29
Laporan Tahunan 2024 391 Annual Report 2024

