Page 17 - E-MODUL LIDIA PUTRI MARIANA
P. 17
Air memiliki fungsi sebagai pelarut berbagai zat organik dan anorganik,
misalnya berbagai jenis ion-ion, glukosa, sukrosa, asam amino, serta berbagai
jenis vitamin. Bahan pengsuspensi zat-zat organik dengan molekul besar seperti
protein, lemak, dan pati. Dalam hal tersebut, air merupakan medium dispersi dari
sistem koloid protoplasma. Air merupakan media transpor berbagai zat yang
terlarut atau yang tersuspensi untuk berdifusi atau bergerak dari suatu bagian sel
ke bagian sel yang lain (Wijana, 2015).
2. Vitamin
Dalam sel, vitamin berperan sebagai katalisator yang berfungsi untuk
mempercepat reaksi kimia dalam sel. Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan
oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin
tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam
pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat ). Walau memiliki peranan
yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K
dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan
asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi (Irnaningtyas dan
Istiadi, 2016).
Buah-buahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi
dan hal tersebut sangat baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh
melalui suplemen makanan. Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan
dapat pula memberikan manfaat kesenatan. Bila kadar senyawa ini tidak
mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan
vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka gantikan
oleh metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak
dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan
istilah avitaminosis. Contohnya adalah bila tubuh kekurangan vitamin A maka akan
mengalami kerabunan. Di samping itu, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan
karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh (Wijana, 2015).
3. Mineral
Komponen anorganik yang terakhir adalah mineral. Mineral berperan dalam
aktivitas metabolism sel ,pengatur kerja enzim serta memelihara tekanan osmosis
sel (Wijana, 2015).
a. Ca, Paling banyak terdapat dalam sel, terutama pada tulang dan gigi. lonnya
terdapat dalam cairan tubuh, penting untuk koagulasi darah, kegiatan jantung,
otot, saraf dan kepermeabelan membran.
b. Mg, sebanyak 70% bergabung dengan Ca dan P dalam garam tulang. Membina
klorofil.
c. Na, komponen utama kation cairan interseluler. Bersama C dan HCO3
mengatur perimbangan asam-basa tekanan osmosis cairan tubuh.
E-Modul Berdiferensiasi Pada Materi Sel Biologi Kelas XI 15