Page 136 - E-Modul 1_Neat
P. 136
4 Maf’ul Isim mashdar manshûb yang disebutkan untuk 3 keadaan,
Muthlaq yaitu untuk menegaskan suatu perbuatan, untuk
menjelaskan bilangan perbuatan, atau untuk menjelaskan
jenis/sifat perbuatan.
5 Maf’ul ma’ah Isim manshub (isim yang dinashab) yang disebutkan setelah
و
huruf “ْ ” (yang bermakna “عم/bersama”) untuk
menunjukkan suatu kebersamaan.
6 Mubtada’ Isim marfû’ terletak diawal kalimat dan berpasangan dengan
khabar
َ َ َ َّ َ َ َ
ْ .ْنيم لسلْاْدن عْْةلاصل لْءاد نْْناذلأا
N
1 Na’at Isim yang diambilkan dari kata sifat (tâbi’) dan mengikutii’râb
isim sebelumnya (Matbu’)dalam
keadaan marfu’, manshub atau majruur. Begitu
juganakirahdan ma’rifat na’at juga mengikuti man’ut nya.
2 Na-ibul Fa’il Isim marfu’ yang terletak setelah fi’il majhûl untuk
َ
َ
menunjukkan orang yang dikenai pekerjaan. Contoh: ْر كذْاذإو َ
ْ
ْ الله
3 nun niswah nun yang terdapat dalam suatu fi’il untuk menunjukkan jenis
perempuan yang keadaannya berharakat fathah.
Pada fi’il َ َ nun niswah terdapat pada
mudhâri’,
َ
َ
fi’ilْنبتكي dan ْنبتكت
4 nun taukid huruf nun yang bersambung dengan suatu fi’il yang berfungsi
sebagai penguat makna fi’il.
Contoh: َ َ
َ َ َ
َّ َ َ
؟ناذلأاْنعمستْأ (Apakah kamu benar-benar mendengar adzan?)
َ َ َ
َ َ
َّ َ َ
؟ناذلأاْنعمست ْْملأ (Apakah kamu benar-benar tidak mendengar
adzan?)
S
1 Shifat sifat yang dibentuk dari Masdar Tsulati Lazim, sebagai
musyabbahah penunjukan suatu makna yang menetap pada Maushûf
secara tetap.
َ
Contoh:ْن طفْيبصلا(anak itu cerdas)
T
1 Tamyiz isim nakirah yang dinasabkan dengan makna (min)untuk
menjelaskan isim yang sebelumnya yang bisa berarti banyak
hal
140