Page 12 - SIFA_PPA_EBOOK_UAS_Neat
P. 12
1.11
negatif, atau untuk memanfaatkan kesempatan. Para ahli psikologi
mengemukakan bahwa proses pengambilan keputusan merupakan bagian dari
kegiatan otak manusia atau kognitif.
Menurut Herbert A. Simon (Mcleod, 1995) proses pengambilan
keputusan ada 2 jenis yaitu yang terprogram dan yang tidak terprogram.
Yang terprogram bersifat berulang dan rutin, sedemikian suatu prosedur pasti
telah dibuat untuk menanganinya sehingga keputusan tidak perlu
diperlakukan sebagai sesuatu yang baru setiap kali terjadi. Sedangkan
keputusan tidak terprogram bersifat baru, tidak terstruktur dan jarang
konsisten. Tidak ada metode pasti untuk menangani masalah tersebut karena
belum pernah ada sebelumnya, atau karena sifat dan struktur persisnya tidak
terlihat atau rumit, atau karena begitu pentingnya sehingga memerlukan
perlakuan yang sangat khusus. Konsep keputusan terprogram dan tidak
terprogram memerlukan teknik yang berbeda.
Menurut Simon (Mcleod, 1995; Susanto, 2002), ada tiga tahap proses
pengambilan keputusan, yaitu Kecerdasan (Inteligence), Perancangan
(Design) dan Pemilihan (Choice).
a. Kecerdasan
Sebelum keputusan dibuat, pembuat keputusan harus menyadari
perlunya membuat keputusan. Umumnya orang mengatakan bahwa ada dua
alasan yang menjadi penyebab dilakukannya pengambilan keputusan, yaitu
karena munculnya masalah dan menemukan adanya peluang. Munculnya
masalah sering kali terjadi karena dalam proses kegiatan rutin terdapat
sesuatu penyimpangan dari apa yang telah ditentukan, direncanakan atau
diprediksi. Sedangkan yang dimaksud dengan menemukan peluang adalah
kesempatan baru yang muncul dalam proses kegiatan rutin, misalnya kita
menemukan beberapa peluang yang dapat meningkatkan tingkat
kesejahteraan atau ditemukannya peluang untuk mengembangkan jenis usaha
tertentu dari yang sudah ada.
Dengan kata lain, kecerdasan ini berkaitan dengan kegiatan intelijen,
yaitu kegiatan mengamati lingkungan dalam rangka mencari kondisi yang
perlu diperbaiki atau yang memungkinkan memberikan peluang. Sebenarnya
penyimpangan dan peluang tersebut dapat ditemukan apabila kita melakukan
monitoring terhadap kegiatan yang dilakukan secara berkala.