Page 14 - SIFA_PPA_EBOOK_UAS_Neat
P. 14
1.13
3) Konflik kepentingan (Conflicting Interest)
Keputusan yang diambil dalam suatu organisasi tentunya tidak sama.
Perbedaan dapat dipengaruhi oleh kelompok atau individu, keahlian,
tingkat pilihan, ambisi, dan pertimbangan yang berbeda. Sebelum
pengambilan keputusan harus mempertimbangkan akibat dari sebuah
keputusan. Oleh karena itu, dalam perencanaan kegiatan sebaiknya
dilakukan analisis terhadap risiko.
4) Pengendalian (Control)
Yang diperlukan dalam memilih adalah kemampuan untuk menjaga
setiap keputusan yang dipilih. Pengambil keputusan harus menilai
apakah informasi cukup untuk menindaklanjuti dan mengawasi rencana
baru? apakah cadangan cukup untuk menanggulangi kegagalan? atau
apakah keputusan dapat diulang?
5) Tim Pembuat Keputusan
Dalam suatu organisasi, keputusan yang dibuat lebih banyak ditentukan
oleh tim daripada oleh individu. Walaupun demikian, prinsip-prinsip
pengambilan keputusan tetap harus dipertimbangkan oleh tim.
Setelah kita mempunyai gambaran tentang proses pengambilan
keputusan, maka yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dukungan
ketersediaan informasi dengan proses pengambilan keputusan dalam setiap
tahapan proses. Jawaban atas pertanyaan tersebut menurut Siagian (2002)
adalah sebagai berikut.
1) Informasi pada tahap kecerdasan
Pada tahap kecerdasan, informasi berfungsi untuk mendapatkan
pengetahuan tentang apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
Pengetahuan dapat mendeteksi apakah ada masalah atau kesempatan.
Informasi pada tahap ini harus teranalisis, terintegrasi dan terformat
dengan baik.
2) Informasi pada tahap perancangan
Pada tahap ini semua data yang relevan tersedia dan dapat diakses untuk
dianalisis, misalnya menggunakan model statistik seperti regresi, analisis
varian, atau hanya menggunakan metode deskriptif.
3) Informasi pada tahap pemilihan.
Terdapat tiga tipe informasi yang harus disajikan, yaitu:
a. Berbagai pemecahan masalah yang disarankan