Page 13 - SIFA_PPA_EBOOK_UAS_Neat
P. 13
1.12
b. Perancangan.
Dalam tahap perancangan, pengambil keputusan dilakukan dengan
membuat beberapa alternatif pemecahan masalah, yang isinya terdiri dari
beberapa tindakan yang harus dilaksanakan. Alternatif pemecahan masalah
ini biasanya menggunakan teknik perancangan secara kuantitatif yang umum
digunakan dalam ilmu manajemen dan analisis sistem. Setiap alternatif
pemecahan masalah diuji berdasarkan kriteria sebagai berikut:
1) Apakah secara teknik dan teknologi memungkinkan untuk dilakukan?
2) Apakah bertentangan atau tidak dengan undang-undang atau kebiasaan
umum?
3) Apakah ada masalah atau tidak dari sudut anggaran dan waktu?
4) Apa yang akan dihasilkan?
5) Apakah unit-unit organisasi akan terpengaruh atau tidak dengan
alternatif yang akan dijalankan?
Setiap alternatif solusi yang diberikan kemudian dievaluasi sehingga
dapat memberikan kesempatan kepada pembuat keputusan untuk menilai
baik buruknya setiap alternatif. Secara singkat, perancangan ini berkaitan
dengan kegiatan merancang dan mengidentifikasi kondisi yang ada sehingga
dapat menemukan, menganalisis dan mengembangkan berbagai alternatif
tindakan yang memungkinkan.
c. Pemilihan
Pada tahap pemilihan, pengambil keputusan berhadapan dengan berbagai
alternatif keputusan, namun tetap harus memilihi salah satu alternatif tersebut
dan menjadikan keputusan formal dilakukannya suatu tindakan. Pemilihan
tersebut tentunya tidak mudah karena harus mempertimbangkan apa yang
harus dilakukan, di antaranya:
1) Banyak pilihan (Multi preference) dalam kebanyakan kasus.
Apa yang dihasilkan tidak diukur dengan satu variabel atau satu dimensi,
tetapi melalui beberapa variabel dan tidak semuanya dapat
diperbandingkan. Misalnya ketersediaan anggaran dan kesejahteraan
pegawai yang ingin ditingkatkan.
2) Ketidakpastian (Uncertainty)
Dalam beberapa kasus, apa yang dihasilkan bersifat tidak pasti dan kita
harus menentukan kemungkinannya dengan berbagai hasil yang berbeda.