Page 22 - E-modul Pertemuan 1 Sistem Imun - Munani Salwa
P. 22
Populasi bakteri alami yang misalnya terdapat pada usus besar
terdapat bakteri E. Coli yang menjadi pesing nutrisi dengan patogen
untuk ruang dan makanan sehingga juga bertindak sebagai
penghalang.
Gambar 1.8 Bakteri E.coli sebagai pertahanan biologis
Sumber: tinteguri.com
B. FAGOSITOSIS
Fagositosis merupakan garis pertahanan ke-2 bagi tubuh melalui proses penelanan dan pencernaan
mikroorganisme dan toksin yang berhasil masuk ke dalam tubuh. Proses ini dilakukan oleh sel darah putih
yang dapat melakukan fagositosis, beberapa diantarnya seperti neutrofil, eosinofil, dan monosit.
NEUTROFIL Neutrofil adalah jenis granulosit dan membentuk 40% hingga 70% dari semua
sel darah putih pada manusia yang berdiferensiasi menjadi subpopulasi
pembunuh neutrofil dan penangkap neutrofil. Selama fase peradangan,
terutama karena bakteri infeksi, paparan lingkungan, dan beberapa jenis
kanker, neutrofil adalah salah satu responden pertama sel inflamasi yang
bermigrasi menuju lokasi peradangan.
Sel neutrofil akan ikut mati setelah mampu menghancurkan mikroba atau
patogen. Ketika terbentuk nanah, sel neutrofil paling banyak terdapat
didalamnya sehingga menyebabkan warna putih-kekuningan.
Sumber: en.wikipedia.org Gambar 1.9 Neutrofil
Eosinofil bertanggung jawab untuk memerangi parasit dan infeksi pada
EOSINOFIL
vertebrata. Eosinofil, bersama dengan basofil dan sel mast merupakan
mediator penting dari respons alergi dan patogen asma serta berhubungan
dengan penyakit lainnya.
Pada individu normal, eosinofil membentuk sekitar 1-3% dari sel darah putih,
dan berukuran sekitar 12-17 mikrometer dengan inti bilobed (two lobes).
Kehadiran eosinofil ini dikaitkan dengan penyakit. Misalnya, pasien dengan
asma eosinofilik memiliki kadar eosinofil yang tinggi yang menyebabkan
peradangan dan kerusakan jaringan, sehingga membuat pasien lebih sulit
bernapas.
Sumber: en.wikipedia.org Gambar 1.10 Eosinofil
5

