Page 263 - Modul Pendidikan Kopdit Kabari
P. 263

lokakarya di Cibadak, Jawa Barat. Dalam perkembang lanjutan, semua
           CU di Indonesia tidak sertamerta langsung mengikutinya. Namun disana
           sini terjadi perubahan ketika memulainya.
               PEARLS  adalah  singkatan  dari:  P:  Protection  (perlindungan),  E:
           Effective Finansial Structture (struktur keuangan yang efektif), A: Asset
           quality (kualitas asset), R: Rates of return and cost (tingkat perolehan
           pendapatan dan biaya), L: Liquidity (likuiditas) dan S: Signs of Growth
           (tanda-tanda pertumbuhan).
               PEARLS     adalah:   pertama,   alat   pantau   yang   dapat
           membandingkan  satu  Credit  Union  dengan  Credit  Union  yang  lain.
           Kedua,  alat  ukur  yang  standar  untuk  kinerja  usaha  Credit  Union.
           Seluruh staff dapat tahu dimana masalah dalam kegiatan Credit Union
           dan  dengan  begitu  mampu  mengambil  jalan  keluar.  Ketiga,  suatu
           sarana  manajemen,  disini  perlu  dipahami  bahwa  PEARLS  menjadi
           ‘sistem peringatan dini’ yang menyediakan informasi yang berguna bagi
           pengelolaan Credit Union. Keempat, alat evaluasi stabilisasi keuangan
           Credit  Union.  Kelima,  alat  manajemen  untuk  kehati-hatian  bekerja
           sebelum  Credit  Union  merugikan  anggota.  Keenam,  alat  untuk
           mengetahui kelemahan yang perlu   diperbaiki. Ketujuh, aeperangkat
           rasio  / indikator  keuangan  yang  membantu  standarisasi.  Kedelapan,
           PEARLS dapat dengan jelas menunjukkan dimana lokasi bidang yang
           bermasalah.

           B.  APA YANG TIDAK TERMASUK ANALISA PEARLS?

               Pertama, tidak memantau KEBIJAKAN. Sebab kebijakkan itu bisa
           berubah sepanjang saat sesuai dengan dinamika CU / Kopdit primer
           yang bersangkutan selain situasi perkembangan keberadaan Kopdit /
           CU tersebut. Juga karena kepengurusan-kepengawasan memiliki limit
           waktu menjadi pengurus-pengawas. Kedua, tidak memantau SARANA.
           Sarana di CU / Kopdit primer memiliki rentang waktu pemakaian. Dan
           dari waktu ke waktu terjadi penyusutan secara berkala.
               Ketiga,  bukan  jawaban  bagi  semua  MASALAH.  CU  /  Kopdit
           memiliki  masalah  tersendiri.  Masalah-masalah  itu  pun  diselesaikan
           dengan standar prioritas tertentu.
           263 | P a g e -   M o d u l   P e n d i d i k a n   K o p d i t   K a b
   258   259   260   261   262   263   264   265   266   267   268