Page 278 - Modul Pendidikan Kopdit Kabari
P. 278
1. Capital (Modal):
Suatu perusahaan perbankan dikatakan sehat apabila memiliki
permodalan yang kuat, di mana dengan modal tersebut perusahan
umum / bank mampu menjalankan operasionalnya dan menjamin aset-
aset yang bermasalah. Berkenaan dengan hal itu, penilaian terhadap
aspek modal dititikberatkan pada kecukupan dan komposisi modal,
proyeksi modal, kemampuan modal menutup aset bermasalah, serta
rencana modal untuk ekspansi usaha.
Tingkat kesehatan perusahan umum / bank yang ditinjau dari aspek
modal dapat dinilai atau diukur menggunakan Capital Adequacy
Ratio (CAR). Rasio ini merepresentasikan kemampuan sebuah
perusahan umum / bank dengan menggunakan modalnya sendiri untuk
menutup penurunan aktiva yang disebabkan oleh adanya kerugian-
kerugian yang timbul atas penggunaan aktiva tersebut. Nilai CAR dapat
diperoleh dengan membandingkan antara modal sendiri dengan Aktiva
Tertimbang Menurut Risiko (ATMR).
Apa itu ATMR? ATMR merupakan penjumlahan dan nilai masing-
masing aset atau aktiva setelah dikalikan dengan bobot masing-masing
risiko pada aset tersebut. Risiko aset yang dimaksud adalah utang. Besar
kecilnya utang jelas akan mempengaruhi nilai CAR. Semakin kecil utang,
maka nilai CAR akan semakin besar. Sebaliknya, jumlah utang yang
semakin besar akan berdampak pada nilai CAR yang semakin kecil.
Rule of thumb (aturan praktis) dari CAR adalah 8%. Artinya, jika nilai
CAR suatu perusahan umum / bank lebih besar atau sama dengan 8%,
maka kondisi keuangan perusahan umum / bank dilihat dari aspek modal
tergolong sehat. Sebaliknya, apabila nilai CAR suatu perusahan umum /
bank kurang dari 8% menunjukkan bahwa kondisi keuangan perusahan
umum / bank tersebut dalam kondisi yang tidak sehat. Adapun formulasi
dari penghitungan rasio modal ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
CAR = (Modal/ATMR) x 100%
2. Asset quality (Kualitas aktiva):
278 | P a g e - M o d u l P e n d i d i k a n K o p d i t K a b

