Page 333 - Agribisnis Tanaman Buah Kelas XI Semester 1
P. 333
c. Pemangkasan cabang pada tanaman semusim/ semangka
Pemangkasan banyak dilakukan dengan manual guna mengatur masa
pertumbuhan (vegetatif) tanaman. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan
pertumbuhan tanaman yang bersih dan percabangan teratur sehingga
pemanfaatan cahaya matahari dapat lebih efisien. Tanaman semangka
secara alami mempunyai percabangan yang banyak. Cabang-
cabang yang banyak ini menyebabkan pertumbuhan generatif
atau pembentukan buah akan ter hambat kar ena tanaman
terlalu banyak menghasilka n cabang dan daun . Daun yang
terlalu banyak, bahkan saling menutupi, mengakibatkan
sirkulasi karbon dioksida dan oksigen rendah, cahaya matahari
terhalang sehingga mengganggu proses pemasakan makanan
(fotosintesis). Zat makanan yang dihasilkan lebih banyak
untuk mesuplai kebutuhan pembentukan tunas dan ca bang
sehingga buah yang dihasilkan kecil-kecil. Dampak negatif
lainnya kondisi di sekitar tanaman menjadi lembab sehingga
tanaman lebih mudah terserang penyakit.Untuk itu perlu dilakukan
pemangkasan pemeliharaan yaitu pemangkasan cabang utama dan
pemangkasan cabang sekunder.
1) Pemangkasan cabang utama
Untuk menghasilkan buah yang besar, jumlah percabangan
harus dikurangi dengan jalan pemangkasan. Berdasarkan
basil penelitian, tanaman semangka dapat berproduksi
optimal bila dipelihara, 3-4 cabang utama per tanaman.
Namun, untuk memudahkan perawatan, sebaiknya cukup
dipelihara, 3 cabang utama.Pemangkasan cabang utama pada
semangka non-biji ada, 2 macam cara, yaitu pemangkasan
titik tumbuh dan pemangkasan dengan seleksi cabang.
a) Pemangkasan titik tumbuh
Setelah 7-10 HST, tunas -tunas tanaman mulai tumbuh.
Pada, kondisi ini, jumlah daun berkisar 4-5 helai daun
sejati dengan satu titik tumbuh. Potonglah titik tumbuh
315

