Page 409 - Agribisnis Tanaman Buah Kelas XI Semester 1
P. 409

obligasi); pinjaman  dan   modal milik  pribadi dari luar perusahaan
                                      agribisnis.

                                  b).   Arus keluar tunai .
                                      Sumber berasal dari biaya operasional; investasi modal seperti:

                                      pembelian  tanah  dan  bangunan  dsb;  pembelian  kertas-kertas

                                      berharga;  pembayaran  hutang  usaha;  pengeluaran  uang  tunai
                                      untuk  konsumsi  (prive),  pajak,    pembayaran  deviden,  bunga;

                                      penarikan modal milik pribadi untuk   hadiah dan liburan,dsb.

                                      Pencatatan  transaksi  usaha  adalah  kegiatan  mencatat  setiap
                                      transaksi yang berhubungan dengan lalu lintas keuangan/aktifitas

                                      usaha.  Transaksi  yang  perlu  dicatat  adalah  transaksi  yang

                                      berhubungan dengan kas, pembelian (tunai dan kredit), penjualan
                                      (tunai  dan kredit), piutang, dan hutang. Mencatat setiap transaksi

                                      yang  terjadi  sangat  penting  sebagai  bahan  untuk  menyusun

                                      laporan keuangan. Tanpa adanya catatan transaksi usaha, mustahil
                                      laporan  keuangan  dapat  dibuat.  Tentunya  setiap  transaksi  juga

                                      harus  disertai  bukti  transaksi,  sebagai  bukti  bahwa  transaksi

                                      tersebut  benar  benar  terjadi  dan  bukan  karangan  semata. Lebih
                                      jauh  dari  itu,  kebiasaan  untuk  mengumpulkan,  menyimpan  dan

                                      mengelompokkan bukti transaksi (kwitansi, faktur, nota penjualan
                                      dan  nota  pembelian)  secara  tertib  akan  membentuk kedisiplinan

                                      mereka  untuk  siap  menghadapi kondisi “upgrade” usaha. berikut

                                      ini  dapat  digunakan  oleh  UKM  dalam  mencatat  setiap  transaksi
                                      keuangan yang kemudian  dapat dijadikan bahan untuk membuat

                                      laporan  keuangan.  Tabel  ini  terdiri  atas:  buku  kas  (Tabel  17.5  ),

                                      buku bank  pembelian tunai dan kredit, buku penjualan tunai dan
                                      kredit, buku pembantu piutang dan buku hutang.

                                      Sebagai  contoh;  Jika  terjadi  penjualan  tunai,  maka  jurnal  yang
                                      dimaksud adalah mencatat di kolom penerimaan (debet) buku kas,




                                                                                                       391
   404   405   406   407   408   409   410   411   412   413   414