Page 25 - MODUL KEL 3
P. 25
a. Ciri-Ciri Gymnospermae
Gymnospermae merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki biji
terbuka, artinya biji tidak diliputi oleh daging buah (endosperma). Batangnya tegak
lurus dengan tipe percabangan monopodial. Tipe percabangan monopodial adalah
tipe percabangan dengan batang pokok tampak jelas karena lebih besar dan lebih
panjang daripada ukuran cabang-cabangnya. Batang Gymnospermae berkambium
dan selalu mengadakan pertumbuhan sekunder (menebal). Berkas pengangkutnya
kola- teral terbuka. Akar Gymnospermae berkambium dan berupa akar tunggang.
Sistem pertulangan daun pada kelompok tumbuhan Gymnospermae tidak banyak
ragamnya. Bunga sesungguhnya belum ada.
Bakal biji terdapat dalam badan-badan serupa makrosporofil tumbuhan
paku heterosfor yang disebut daun buah. Serbuk sari terdapat pada badan-badan
lain serupa mikrosporofil tumbuhan paku heterosfor. Daun buah dan daun penghasil
serbuk sari berada pada bagian terpisah. Masing-masing daun buah tersebut
terkumpul dalam badan-badan yang berbentuk kerucut, disebut strobilus. Strobilus
yang mengandung bakal biji disebut strobilus betina. Adapun strobilus penghasil
serbuk sari disebut strobilus jantan. Secara morfologi, strobilus jantan berbeda dari
stobilus betina. Ukuran strobilus betina lebih besar daripada strobilus jantan.
Seperti tumbuhan lumut dan tumbuhan paku, tumbuhan biji Spermatophyta
mengalami metagenesis.
b. Klasifikasi Gymnospermae
Tumbuhan yang tergolong dalam Gymnospermae sangatlah banyak. Berikut ini
merupakan contoh sederhana dari klasifikasi Gymnospermae.
Kelas:
1) Pteridospermae (Paku Biji)
Ordo: Caytoniales: telah punah, hidup pada zaman Mesozoikum (Trias dan
Kapur)
2) Cycadinae: muncul pada akhir zaman Palaeo- zoikum, tumbuhan serupa
palem. berkayu, sedikit yang bercabang, penebalan sekunder
14 | E - M o d u l P e m b e l a j a r a n B i o l o g i B e r b a s i s P J B L