Page 718 - Gabungan
P. 718

"Ibumu selamat! Ibumu selamat!"


                Bai Xiaojuan menangis bahagia, air matanya mengalir deras.


                Bai  Zhongwu  menepuk  punggung  putrinya  dengan  lembut.  Ia


            menganggap dirinya seorang pria tegar yang tak mudah menangis,


            tapi kali ini air matanya tak terbendung.


                Tanaka Sachiko ditempatkan di kamar VIP yang luas dan mewah.


            Tempat tidurnya berada di tengah dekat dinding, dengan bunga dan


            buah segar di meja samping. Entah siapa yang memberi tahu, Bai


            Datou dan pasangan Untung Budiman juga datang.


                *Bai Datou duduk di samping ranjang menantunya. Cucunya, Bai


            Xiaojuan,  duduk  di  sebelah  kakek.  Pasangan  Bowen,  Wenxiong,


            Wenhao,  serta  Wenying  dan  Wenjie  juga  hadir.  Kamar  yang  luas


            terasa agak sempit.

                Bai Zhongwu duduk di tepi ranjang, memandang penuh kasih pada


            Tanaka  Sachiko  yang  bermata  tertutup  dan  bernapas  perlahan.


            Wajahnya  yang  pucat  seperti  tepung  dengan  fitur  halus  dan


            keanggunan  khas  wanita  Jepang  membuatnya  terlihat  seperti  istri


            yang setia dan ibu yang baik.


                Bai  Zhongwu  teringat  kejadian  di  Hotel  Mawar.  Keringat  dingin


            mengucur di pelipisnya. Ia bersyukur telah bertindak tegas di sana.


            Jika ia berlama-lama dengan sekretarisnya, Nerawati, bahkan hanya


            10-20  menit  lagi,  hidup  keluarganya  akan  berubah.  Ia  pasti  akan

                                                           718
   713   714   715   716   717   718   719   720   721   722   723