Page 719 - Gabungan
P. 719

hidup dalam penyesalan tanpa arti, meski memiliki harta berlimpah.


                Matanya berkaca-kaca memandang Sachiko yang tenang. Semua


            ini pasti takdir—mungkin hasil karma baik leluhur, mungkin karena ia


            tak  pernah  menipu  dalam  bisnis,  atau  mungkin  Tuhan  tak


            mengizinkan wanita baik seperti Sachiko pergi terlalu cepat. Istri yang


            telah membangun hidup bersamanya selama 20 tahun ini akhirnya


            diselamatkan dari maut.


                Bai  Zhongwu  sadar,  ia  dan  istrinya  tak  pernah  bertengkar,  dan


            Sachiko  bahkan  tak  tahu  soal  pertemuannya  dengan  Nerawati.


            Bunuh  diri  istrinya  mungkin  karena  ia  lelah  dengan  kecacatannya,


            atau lebih untuk memberi suaminya kebebasan. Memikirkan ini, Bai


            Zhongwu semakin kagum pada kesetiaan Tanaka Sachiko.


                Bai  Zhongwu  merenungi  perjalanan  rumah  tangganya  selama

            lebih dari 20 tahun. Ia menyadari bahwa selama ini ia terlalu fokus


            pada bisnis, sementara perhatiannya pada istri dan anak-anak terasa


            kurang.  Setiap  tahun,  ia  tak  terhitung  sering  ke  luar  negeri,  selalu


            untuk  urusan  bisnis,  tanpa  sekalipun  mengajak  keluarga  berlibur.


            Selama  ketidurannya,  Tanaka  Sachiko  lah  yang  menggantikan


            posisinya, mengawasi berbagai perusahaan mereka.


                Dulu,  putranya,  Bai  Xifan,  pernah  menuduhnya  terlalu  sibuk


            mengejar uang hingga mengabaikan keluarga. Saat itu, Bai Zhongwu


            malah  memarahi  anaknya  dengan  keras.  Kini,  ia  merasa  sangat

                                                           719
   714   715   716   717   718   719   720   721   722   723   724