Page 747 - Gabungan
P. 747
merasa kasihan padanya—kenakalan masa muda menanam benih
malapetaka, dan di usia setengah baya ia menuai hasilnya. Jika dulu
ia tidak menikahi Wenying, jika ia menjauh dari keluarga Bai dan
merantau, mungkin ia masih hidup sampai sekarang."
"Bagaimanapun, dosanya terlalu besar! Harga yang kita bayar
terlalu mahal!" kata Lani.
"Orangnya sudah tiada, mengapa harus disesali? Saat muda
berbuat semaunya, ketika sadar ingin bertobat, sudah terlambat. Di
akhir hayatnya, Zhou Mi sedang di puncak karier dan reputasi. Tapi
jebakannya sendiri memaksanya terjun ke dalamnya. Sungguh
menyedihkan. Seandainya kisah Zhou Mi dibuka ke publik, bukankah
itu akan menjadi pelajaran berharga dan peringatan bagi dunia? Kita
yang ditipu dan disiksanya tentu menderita. Tapi syukurlah dua puluh
tahun penderitaan telah berlalu, anak-anak kita sudah dewasa, bisnis
kita sudah mapan—pahit akhirnya berbuah manis! Nasib kita bertiga,
menurut pepatah Buddha, benar-benar membuktikan: perbuatan baik
dibalas baik, kejahatan dibalas setimpal!" kata Bai Datou dengan
tulus.
"Syukurlah! Kondisi kesehatan Tuan Bai masih prima," kata Lani.
"Aku sangat menjaga kesehatan. Aku tidak kena diabetes, tekanan
darah sudah normal. Menurut dokter, aku masih bisa hidup sepuluh
tahun lagi. Sudahlah! Besok adalah hari peletakan batu pertama
747

