Page 756 - Gabungan
P. 756

bersama kami, belum pernah pergi sejauh ini, itupun langsung dua


            setengah tahun!" bisik Wengdong.


                "Nak, di luar negeri tidak seperti di rumah, harus selalu berhati-


            hati!"


                "Ayah!  Ibu!  Jangan  khawatir,  Hana  sudah  dewasa."  Hana


            membungkuk  memegang  tangan  Untung,  mencium  tangan  ayah


            angkatnya dengan khidmat lalu pipi ibu angkatnya sambil tersenyum:


                "Ayah, Ibu! Aku akan sering-sering menulis surat!"


                Setelah  itu  Hana  memberi  hormat  kepada  Bai  Datou,


            membungkuk dan menggenggam tangannya:


                "Tuan Bai, jaga kesehatan baik-baik!"


                "Terima kasih, Nak! Belajarlah yang rajin. Kalau butuh apa-apa,


            cepat tulis surat." suara Bai Datou bergetar, matanya berkaca-kaca.

                "Kak Wenjie! Tolong jaga baik-baik kedua orang tuaku ya." pinta


            Hana.


                "Jangan khawatir, aku pasti menjaganya!" kata Bai Wenjie sambil


            menggenggam tangan Hana Budiman.


                "Kuharap  kau  sering-sering  menulis  surat  untukku,"  kata  Hana


            memandang Wenjie dengan penuh perasaan.


                "Tentu saja," jawab Wenjie sambil tersenyum.


                Zhou Lijuan yang masih berkaca-kaca setelah berpamitan dengan


            Tuan Zhou dan istrinya, menghampiri Bai Wenjie dan  memberikan

                                                           756
   751   752   753   754   755   756   757   758   759   760