Page 60 - MODUL ELEKTRONIK 19 2022
P. 60
b. Diferensiasi Awal
Sebagai hasil kelanjutan pembelahan sel, primordium daun menonjol dari
pucuk batang sebagai penyokong yang mempunyai bentuk papila kecil atau tonjolan.
Penyokong daun terdiri atas lapisan protoderm dan untaian prokambium, yang
tumbuh secara akropetal dan tidak seberapa jauh dari kambium batang (Sumardi,
1993).
c. Perkembangan Aksis Daun
Pada kebanyakan daun Dikotil dan Gymnospermae, perkembangan aksis daun
mendahului helai daun. Hasil perkembangan cepat dari primordia menjadi bentuk
seperti kerucut yang runcing dengan sisi adaksialpipih (rata). Ujung kerucut ini
merupakan sebagai meristem apikal. Pada tumbuhan tertentu, dari tahpa awal
perkembangan ketika primordium masih berukuran 1 mm, peningkatan atau
perkembangan lebih lanjut akan terjadi karena pembelahan dan pemanjangan sel yang
berjarak dari ujung primordium. Pertumbuhan ini disebut dengan pertumbuhan
interkalar (Sumardi, 1993).
d. Asal Usul Helai Daun
Selama pemanjangan awal dan penebalan aksis daun muda, sel bagian tepi
adaksial terus membelah dengan cepat. Inisial pinggiran adalah sel lapisan paling luar
pada tepi helai daun muda. Pada Angiospermae, biasanya inisial ini akan membelah
hanya ke arah antiklin dan penambahan sel baru terjadi ke arah protoderm abaksial
dan adaksial (Sutrian, 2004).Pada daun majemuk menjari dan menyirip, helai daun
lateral berkembang dari meristem pinggiran adaksial dan aksis daun muda sebagai
dua deretan papila. Pada tumbuhan lain, perkembangan helai daun ada yang terjadi
secara akropetal ataupun bisepetal (Sutrian, 2004).
e. Histogenesis Jaringan Helai Daun
Pertumbuhan pinggiran berlangsung terus-menerus lebih panjang dari
pertumbuhan apikal, tetapi berhenti relatif awal. Setelah pertumbuhan pinggiran
berhenti,pertumbuhan lebih lanjut darihelai daun dilakukan oleh pembelahan sel helai
daun. Pembelahan secara antiklin membentuk lempeng meristem. Aktivitas lempeng
53 E-Modul Biologi Untuk Kelas X SMA :Tumbuhan Berbunga (Angiospermae)