Page 41 - Kelas XII. 1a. Wilayah dan Pewilayahan
P. 41
Unit Pembelajaran
Wilayah dan Pewilayahan
Pada prinsipnya ada tiga kelompok teori, yakni: (1) yang berasal dari
mashab historis antara lain teori Friedrich List, Karl Bucher, dan W.W.
Rostow; (2) dari mashab analitis antara lain teori Adam Smith, Harrod
Domar, dan Solow Swan; dan (3) merupakan gabungan dari mashab
historis dengan mashab analitis, seperti teori Schumpeter dan lain-lain.
Pada kesempatan ini tidak semua teori perkembangan wilayah dibahas,
namun mudah-mudahan yang dibahas di sini dapat mewakili sejumlah
teori-teori yang ada dan dapat memberikan wawasan tentang
pertumbuhan dan pembangunan ekonomi wilayah.
Beberapa teori tersebut adalah: Control Theories, Teori Ketergantungan,
Teori Perkembangan Wilayah dari Rostow, dan Teori Tiga Gelombang
dari Toffler.
a. Control Theories
Control theories meliputi dua teori, yaitu (1) determinisme
lingkungan alam, dan (2) determinisme kebudayaan (Suparmat,
1989:12).
1) Teori Determinisme Lingkungan Alam (Physical Environment
Determinism) berpandangan bahwa pengaruh lingkungan alam
sangat kuat terhadap perkembangan masyarakat suatu wilayah
atau negara. Pengaruh ini dapat positif, bisa juga negatif.
Misalnya beberapa negara yang terletak di daerah tropis akan
menghadapi masalah-masalah seperti: adanya temperatur yang
panas dalam melemahkan energi dan aktivitas kerja masyrakat;
banyaknya hujan mengakibatkan terbentuknya rawa-rawa dan
genangan air yang merupakan tempat yang ideal bagi berbagai
sumber penyakit, dan lain-lain. Bahkan Ellsworth Huntington
(1961) berpendapat bahwa lingkungan alam sangat besar
pengaruhnya terhadap kehidupan manusia, lebih lanjut
43

