Page 20 - Kelas X. 2c. Sistem Informasi Geografi_Dirjen GTK Kemdikbud 2019
P. 20

Program PKB melalui PKP berbasis Zonasi
                  Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

























                  Foto: Ristu Hanafi/detikcom
                  sleman - Pemerintah Kabupaten (pemkba) Sleman meluncurkan peta
                  Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Merapi. Peta tersebut sebagai
                  arahan zonasi dan pengelolaan kegiatan di kawasan rawan bencana Merapi.

                  Adanya peta itu memudahkan investor atau pihak terkait bila ingin
                  berinvestasi atau mengembangkan usaha di Sleman.

                  "Peta ini dibuat berdasarkan masukan dari berbagai dinas dan pihak terkait,
                  melalui diskusi dan pemetaan lapangan. Karena selama ini batas zona KRB
                  belum dapat secara mudah diketahui," kata Sekretaris Badan Perencanaan
                  Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman, Arif Setio Laksito, di
                  sela Ekspose Peta Kolaboratif dan Aturan Zonasi KRB Gunung Merapi, Kamis
                  (28/12/2017).
                  Dalam peta kolaboratif ini, terdapat petunjuk zonasi peruntukan ruang,
                  terdiri dari kawasan rawan bencana alam geologi, rawan bencana terdampak
                  langsung, rawan bencana pada sempadan sungai, kawasan permukiman,
                  budidaya tanaman, hingga hutan rakyat.

                  Proses pembuatan peta kolaboratif mengacu pada Perpres 70/2014 tentang
                  Rencana Tata Ruang Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Perda Sleman
                  12/2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), peta area terdampak
                  erupsi dan lahar dingin Gunung Merapi, serta peta kolaboratif skala besar
                  zona rawan bencana terdampak erupsi Gunung Merapi.

                  Melalui peta itu, masyarakat yang akan mendirikan bangunan atau
                  berkegiatan, hingga pejabat ketika akan membuat kebijakan atau
                  membangun perkantoran di kawasan KRB, bisa melihat titik mana saja yang
                  diperbolehkan atau dilarang.

                  "Masyarakat banyak yang tidak tahu bahwa rumah atau tempat usahanya
                  masuk zona mana, sehingga tidak tahu mana aktivitas dan kegiatan yang
                  boleh, mana yang tidak boleh. Nanti dengan peta ini, bisa melihat zonasinya,"
                  jelas Arif.






                    152
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25