Page 358 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 358

“Bagaimana? Sudahkah lahan kita siap?” sambut istri dan

            anaknya dengan riang.
                “Aku ingin membantu Ayah menanam biji-bijian,” imbuh
            anaknya.

                Si suami menggeleng.
                “Belum, lahan kita belum siap. Besok baru akan kukerjakan,”
                Meski heran, si istri diam saja.
                Dan begitulah yang terjadi tiap hari. Si suami
            kembali bermalas-malasan. Dia tak kunjung

            membuka lahan. Lama-lama, istrinya
            penasaran karena tiap hari si suami
            menjawab bahwa lahannya belum

            siap.
                Diam-diam, si istri pun
            mengikuti suaminya ke
            hutan. Dia lalu melihat
            bahwa suaminya sedang

            bermalas-malasan.
                Si istri pun
            kecewa.
























                                                                                       355
   353   354   355   356   357   358   359   360   361   362   363