Page 363 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 363

Seperti
                                                                        yang sudah
                                                                 diduga, si suami

                                                            marah. Sehari-hari,
                                                     dia memang pemarah. Tapi
                                                   kali ini, marahnya luar biasa,
                                                karena dia benar-benar lelah dan

                                              lapar.
                                               Dia terus mengomel dan
                                           mengomel. Meski istrinya sudah
                                           minta maaf, dia terus mengomel. Si

                                           istri jadi sedih, dan tak bisa berkata
                                           apa-apa.
                                               Tengah malam, si istri
                                           meninggalkan rumah. Dia pergi

                                           ke tepi pantai untuk menenangkan
                                          diri. Di sana, dia menangis. Karena
                                           terus bersedih dan menangis, dia
                                             tak merasa saat gelombang tinggi

                                              menghanyutkannya ke tengah
                                                lautan. Saat itulah keajaiban
                                                  terjadi. Tubuhnya menjadi
                                                     penuh sisik, dan kedua

                                                         kakinya berubah menjadi
                                                                        ekor.






       360
   358   359   360   361   362   363   364   365   366   367   368