Page 368 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 368

Setelah berkata begitu, Tanduk Alam pun berdoa, dan tiba-tiba
          keajaiban terjadi. Tubuh Tanduk Alam menghilang. Dengan mudah,

          dia berjalan melewati orang-orang Tobelo yang menjaga rumah
          tempat Putri disembunyikan.
             Tanduk Alam mendekati jendela kamar Putri. Pelan-pelan, dia
          membuka jendela dan melempar Putri dengan ranting kecil yang

          tadi dibawanya.
             Putri terbangun.
             ”Ssst... Putri, dengarkan aku. Aku adalah Tanduk Alam,
          utusan ayahmu. Kau tak bisa melihat tubuhku, tapi aku akan

          membebaskanmu. Kemarilah, ke jendela ini,” bisik Tanduk Alam.
             Putri menurut. Saat dia mendekati jendela, dia merasakan
          tangannya dipegang oleh seseorang.
             ”Pejamkanlah matamu,” bisik Tanduk

          Alam lagi.
             Dalam sekejap, tubuh Putri ikut
          menghilang. Saat Putri membuka
          matanya, dia sudah berada di

          atas perahu bersama keempat
          basalo ayahnya, dan juga
          Tanduk Alam.
             Keempat basalo pun

          tak kalah terkejutnya saat
          melihat Tanduk Alam dan
          Putri tiba-tiba muncul di
          samping mereka.









                                                                                       365
   363   364   365   366   367   368   369   370   371   372   373