Page 373 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 373

Temannya hanya bisa menghela napas.

            ”Sudahlah, La Dana. Kerbau ini masih kurus. Jika kau mau
         menunggu, aku akan memberikan kepala kerbau itu padamu,”
            La Dana tersenyum. ”Benarkah? Berarti sekarang dua kaki
         depan, dua kaki belakang dan kepala kerbau itu adalah jatahku,”

         katanya senang, lalu dia pulang.
            Tak sampai seminggu, lagi-lagi La Dana datang.
            ”Sekarang sudah saatnya. Jika kau tak mau menyembelihnya,
         aku potong saja bagianku. Kaki depan, kaki belakang dan kepala,

         sisanya boleh terus kau pelihara sampai gemuk.”
            Kali ini termannya benar-benar marah.
            ”Kau benar-benar memusingkan aku, La Dana! Sudah, aku tak
         tahan lagi! Ambil dan bawalah kerbau ini pulang bersamamu,”

         kata sahabatnya sambil menyerahkan kerbau itu pada La Dana.
            La Dana tersenyum gembira. ”Benarkah? Wah, terima kasih
         sekali. Kalau begitu, aku akan memelihara kerbau ini sampai
         gemuk dan besar,” jawabnya.

            Temannya sudah tak peduli lagi apa kata La Dana. Baginya
         lebih baik kerbau itu diambil saja daripada dia harus pusing
         menghadapi rengekan La Dana.
























       370
   368   369   370   371   372   373   374   375   376   377   378