Page 377 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 377

Bertahun-tahun kemudian, La Upe
                                       tumbuh menjadi pria dewasa. Suatu
                                       hari, ia mengantarkan I Ruga ke kota

                                       untuk berbelanja kebutuhan sehari-
                                       hari mereka. Saat melewati istana
                                       kerajaan, mata La Upe tertumpu pada
                                       seorang gadis yang amat cantik jelita.

                                       Gadis itu tampak sedang berbincang
                                       dengan inangnya. Rupanya gadis itu
                                       adalah Putri kerajaan. La Upe jatuh
                                       cinta pada Putri raja, dan mengajaknya

                                       berkenalan. Ternyata Putri raja juga
                                       menyukai La Upe. La Upe lalu berjanji,
         akan segera melamar Putri Raja.

             Ternyata, Raja dan Permaisuri menolak lamaran itu.
         Menurut mereka, yang pantas jadi suami Putri mereka
         hanyalah pangeran atau bangsawan.
             La Upe tak mau berputus asa. Tiap hari dia berpikir dan
         mencari cara supaya ia bisa menikahi sang Putri. Akhirnya

         dia menemukan ide. Dia akan melekatkan sang Putri ke pintu,
         persis seperti yang dulu pernah dilakukannya terhadap I Ruga.
         Ia yakin, Raja dan Permaisuri akan kebingungan.

             La Upe memberitahukan rencananya pada
         Putri, melalui sang inang. Malam-malam,
         La Upe menyusup masuk ke istana. Sang
         Putri sudah menunggu di jendela bersama
         inangnya.

             La Upe mengucapkan mantranya. Tubuh
         Putri langsung lekat ke pintu. Setelah itu, La
         Upe segera pulang.


       374
   372   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382