Page 380 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 380

Putri Tandampalik pergi ditemani oleh beberapa pengawal

            setia Raja. Mereka mengungsi ke sebuah pulau yang subur.
               “Ah, aku namakan pulau ini Pulau Wajo,” seru Putri
            Tandampalik riang saat dia menemukan banyak buah wajao di
            sana.
               Di pulau ini, Putri Tandampalik memulai kehidupan baru,

            dan berusaha melupakan kesedihannya karena berpisah dari
            ayahnya.
               Suatu hari, Putri Tandampalik sedang mencuci di danau.

            Tiba-tiba, ada seekor kerbau putih berjalan mendekat. Kerbau
            itu lalu asyik minum, kemudian mendekati Putri Tandampalik.
               Kerbau itu menjulurkan lidahnya, seolah meminta Putri
            Tandampalik untuk menyentuhnya.
               Meski bingung, Putri Tandampalik pun menyentuh lidah

            Kerbau Putih.
               Ajaib, saat tangannya terkena ludah kerbau itu, penyakit
            kulitnya langsung sembuh. Putri Tandampalik pun bersukacita

            dan mengabarkan kesembuhannya
            pada para pengawalnya.
               “Mulai saat ini,
            kalian jangan

            memburu kerbau
            putih di hutan ini,”
            perintahnya pada
            para pengawal.












                                                                                       377
   375   376   377   378   379   380   381   382   383   384   385