Page 385 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 385

Saat itu, perut kera mulai terasa lapar. Ayam yang juga
         kelaparan berusaha mematuk-matuk cacing dari dalam tanah.

            Hmm, dia enak saja bisa makan cacing. Perutku lapar sekali,
         apa yang bisa kumakan ya? pikir Kera sambil memandang
         sekelilingnya.

            Saat melamun itulah tiba-tiba terbersit niat jahat Kera.
            Mengapa repot-repot? Bukankah ayam yang gemuk adalah
         santapan yang lezat?
            Rupanya, kelaparan dan kelelahan membuat Kera lupa diri.
         Dia lalu mendekap Ayam dan mencabuti bulu-bulunya.

            Tentu saja Ayam marah. Dia meronta-ronta dan akhirnya
         berhasil melepaskan diri. Dia lalu berlari kencang, berusaha
         mencari jalan keluar dari hutan.


       382
   380   381   382   383   384   385   386   387   388   389   390