Page 386 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 386

Untunglah, Ayam berhasil keluar dari hutan. Dia lalu kembali ke
          rumahnya dengan napas tersengal-sengal.

             Kepiting yang kebetulan berpapasan dengannya, jadi heran.
             ”Ada apa? Kenapa kau lari seperti dikejar setan? Dan
          mengapa bulu-bulumu rontok?” tanya Kepiting beruntun.
             ”Ke... ke... kera... dia hendak mencelakaiku. Kami sedang

          berjalan-jalan ke hutan, lalu kami tersesat. Tiba-tiba saja ia
          menerkamku dan mencabuti bulu-buluku. Dia hendak memakanku!
          Tolonglah aku. Apa yang harus kulakukan? Aku takut bertemu lagi
          dengannya,” cerita Ayam pada Kepiting. Kepiting pun jadi geram.

          ”Kita harus mencari cara agar Kera kapok!”
             Kepiting dan Ayam lalu berpikir keras, dan mereka pun
          mendapatkan ide.
             Dengan memberanikan diri, Ayam mengunjungi Kera. Kera

          bersikap biasa saja, seolah tak ada apa-apa.
             ”Ayo kita jalan-jalan lagi,” ajak Kera. Ayam mengiyakan.
             ”Kita ke pulau seberang. Di sana banyak buah-buahan lezat.
          Aku juga mengajak Kepiting,”                     ajak Ayam.

             Kera pun bersemangat,                           dan mereka bertiga
          lalu menaiki perahu yang                           sudah disiapkan oleh
          Kepiting.






















                                                                                       383
   381   382   383   384   385   386   387   388   389   390   391