Page 399 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 399

”Lalu apa yang terjadi, Bu?”
                                          tanya Limonu.
                                         “Mereka gagal. Pemimpin daerah

                                   utara ternyata lebih hebat dari ayahmu.
                                  Ayah dan kakakmu gugur dalam perebutan
                                  kekuasaan itu. Selain itu, daerah barat
                                  yang jadi kekuasaan ayahmu juga diambil

                                  alih oleh mereka.” Ibu Limonu pun
                                  menangis.
                                      Sejak saat itu, Limonu bertekad untuk
                                  membalaskan kematian ayah dan kakaknya.

                                  Dia bertanya pada ibunya, siapakah
                                  pemimpin daerah utara itu.
                                      ”Dia adalah Hemuto, gurumu sendiri.
                                   Sudahlah, tak ada gunanya membalas

                                    dendam. Toh, semuanya sudah terjadi.
                                      Dan ayahmu juga bersalah, mengapa
                                       dia menyerang daerah utara?” nasihat
                               ibunya.

              Namun Limonu bersikukuh.
              “Meki Hemuto adalah guruku, aku tetap
           harus menuntut balas. Namun, karena aku
           menghormatinya, aku akan menawarkan

           padanya untuk mengembalikan wilayah
           kekuasaan ayah padaku. Jika dia
           bersedia, maka aku akan berdamai
           dengannya. Tapi jika tidak, aku

           akan berperang melawannya.”


       396
   394   395   396   397   398   399   400   401   402   403   404