Page 401 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 401

Suatu malam, ada pertemuan para

         pendekar silat dari seluruh daerah.
         Pertemuan itu dipimpin oleh Hemuto. Tak
         disangka, di tengah-tengah pertemuan itu,
         Limonu menyela.

            ”Maaf, Guru. Apa yang harus kulakukan pada seseorang yang
         telah membunuh ayah dan kakakku, namun dia juga seorang yang
         amat kuhormati? Apakah aku harus menuntut balas padanya?”
            Mendengar pertanyaan muridnya, Hemuto tersadar bahwa

         Limonu sudah mengetahui semuanya. Tanpa pikir panjang, dia pun
         mengajak Limonu berduel.
            Benteng Otanaha menjadi saksi atas pertempuran antara
         Limonu dan Hemuto.

            Karena Limonu adalah murid yang pandai,
         Hemuto pun kewalahan melawannya. Apalagi,
         usia Limonu jauh lebih muda daripada Hemuto.
         Akhirnya, Hemuto menyerah. Dia menyerahkan

                                    kembali wilayah barat
                                    kepada Limonu.
























       398
   396   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406