Page 410 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 410

Juragan Kaya menyambut kedatangan orangtua I Tui Tuing
             dengan baik. Namun, putri-putrinya tak ada yang mau menikahi
             I Tui Tuing.

                ”Aku bersedia, Ayah,” tiba-tiba Siti Rukiah menjawab.
                Meski berat hati, Juragan Kaya menyetujui pernikahan ini.
             Siti Rukiah pun menikah dengan I Tui Tuing.

                Setelah pernikahan, I Tui Tuing meminta izin pergi sejenak
             untuk menangkap ikan. Selama menunggu suaminya pulang,
             Siti Rukiah mencuci mukanya. Dia ingin membersihkan semua
             arang yang masih tersisa di wajahnya. Ya, bahkan saat pesta

                     pernikahan, saudara-saudaranya masih mengoleskan
                           bedak arang ke wajah Siti Rukiah.
                                 Usai mencuci muka, Siti Rukiah amat terkejut
                              melihat seorang pria tampan masuk dari pintu

                              depan.
                                   ”Siapa kau?” tanya Siti Rukiah ketakutan.
                                             Pria itu tak kalah terkejut.
                                              ”Seharusnya aku yang bertanya

                                           padamu. Siapa kau?”
























                                                                                       407
   405   406   407   408   409   410   411   412   413   414   415