Page 408 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 408

Bertahun-tahun kemudian, I Tui Tuing yang
             sudah dewasa berpikir untuk menikah.
                 ”Ayah, Ibu, maukah kalian mencarikan seorang

                                istri untukku?”
                                     Ayah dan ibu I Tui Tuing senang,
                                   meski ada sedikit kekhawatiran dalam
                                   hati mereka. Apakah ada wanita yang

                                   mau diperistri oleh I Tui Tuing?
                                      Kekhawatiran mereka terbukti. Usaha
                                  mereka mencarikan istri untuk I Tui Tuing
                                     menemui banyak hambatan. Orang-orang

                                         malah mengolok I Tui Tuing.
                                               Akhirnya, kedua orangtua I Tui
                                             Tuing pulang dengan putus asa.
                                                  ”Tapi, apakah kalian sudah

                                              benar-benar mendatangi semua
                                              anak gadis di desa ini?” desak I
                                            Tui Tuing.
                                               Ayahnya menggeleng. ”Belum,

                                           Nak. Ada satu yang belum kami
             datangi, yaitu Juragan Kaya. Ayah rasa percuma saja,
             karena pasti ia juga akan mengolokmu.”
                 ”Kalau begitu, datangilah

             Juragan Kaya,” pinta I Tui
             Tuing.






                                                                                       405
   403   404   405   406   407   408   409   410   411   412   413