Page 420 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 420

Akhirnya, Pallayarang Tallu pun bergabung menjadi anggota

           Pitu Baqbana Binanga.
              Ketiga pemuda itu berharap, tambo yang akan mereka
           terima bisa untuk membangun wilayah mereka.

              Namun, setelah lewat dari seminggu, Puatta Di tidak
           juga membayarkan tambonya. Ketiga pemuda itu dan rakyat
           Pallayarang Tallu berharap dan terus menunggu.
              Selama menunggu itulah, kata tambo sering diucapkan.
              Lama-lama, ucapan tambo berubah menjadi tamboang, dan

           berubah lagi menjadi pamboang.
              Sejak saat itulah, rakyat Negeri Pallayarang Tallu menyebut
           negerinya sebagai Pamboang. Dan sampai

           saat ini, Pamboang dikenal sebagai
           nama sebuah
           kecamatan di
           daerah Sulawesi
           Barat.































                                                                                       417
   415   416   417   418   419   420   421   422   423   424   425