Page 460 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 460

Caadara segera memerintahkan teman-temannya untuk lari
            ke bukit yang lebih tinggi. Mereka kemudian membentuk benteng

            pertahanan, tetapi Suku Kuala berhasil menyusul.
               Pertarungan tak terelakkan. Senjata kedua belah pihak saling
            beradu, dan suasana sungguh mencekam. Sambil bertarung,
            Suku Kuala tak henti-hentinya memekik-mekik.

               Caadara sama sekali tak gentar. Dia melawan pasukan Suku
            Kuala itu dan berhasil merobohkan sebagian besar dari mereka.
            Demikian juga dengan teman-temannya. Dengan mengikuti
            petunjuk dari Caadara, mereka juga berhasil merobohkan

            banyak musuh.
               Akhirnya, Suku Kuala menyerah. Mereka melarikan diri dan
            kembali ke desanya.
               ”Kau memang pantas menjadi panglima perang kami,

            Caadara,” kata salah seorang teman Cadaara usai
            peperangan.
               ”Ya, kami akan mengusulkan pada
            Panglima Wire untuk

            segera menyuruhmu
            menggantikannya,”
            kata temannya
            yang lain.

               ”Teman-temanku,
            aku tak mencari
            jabatan. Aku hanya
            ingin berbuat yang

            terbaik untuk desa
            kita,” jawab
            Caadara.



                                                                                       457
   455   456   457   458   459   460   461   462   463   464   465