Page 455 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 455

Kasuari setuju dengan
       tantangan Dara Makota.
           Saat pertandingan tiba, semua
       burung hadir untuk menyaksikan.

           Kasuari dengan pongah terus
       menertawakan tubuh Dara
       Makota yang mungil.
           “Sudahlah,

       menyerah saja
       daripada kau malu,”
       ejeknya.
           Dara Makota

       bergeming.
           “Siapa yang tertawa
       belakangan, dia yang menang,” sahutnya.
           Sekarang, saatnya bertanding.

       Mereka berdua melesat dengan
       kencang.
           Kasuari terbang cepat sekali,
       Sesekali dia menengok ke Dara

       Makota. Diam-diam, dia takut jika
       Dara Makota menyusulnya.
           Saat asyik menoleh, tiba-tiba…
       BRAAK… dia menabrak batang

       pohon.
           Sebelah sayapnya pun patah.

       452
   450   451   452   453   454   455   456   457   458   459   460