Page 450 - 100 Cerita Rakyat Nusantara
P. 450

Towjatuwa nyaris pingsan ketakutan .

             Buaya besar itu berjalan mendekati Towjatuwa. Langkahnya
         pelan, tetapi pasti. Wajah buaya itu sungguh menyeramkan.
         Ditambah dengan bulu-bulu burung kasuari di punggungnya,

         buaya itu semakin tampak aneh dan mengerikan. Bulu-bulu itu
         mengembang setiap kali buaya itu melangkah.
             Towjatuwa bersiap melarikan diri, tetapi tiba-tiba buaya itu
         menyapanya.
             Suaranya ramah dan bersahabat, tidak seperti wajahnya yang

         menyeramkan.
             Towjatuwa tertegun. “Kau bisa bicara? Apakah kau sejenis
         buaya sakti?” tanyanya.

             Buaya itu tersenyum dan menjawab, “Jangan takut padaku.
         Namaku Watuwe. Kau boleh saja menganggapku buaya sakti.
         Sebenarnya aku hanya ingin tahu, apa yang kau cari di sungai ini?”



                                                                                       447
   445   446   447   448   449   450   451   452   453   454   455