Page 2 - PowerPoint Presentation
P. 2
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW
beserta keluarga, para sahabat, dan orang-orang beriman hingga akhir
zaman.
Dalam kesempatan yang mulia ini, marilah kita merenung sejenak tentang
sesuatu yang telah menimpa kita belakangan ini. Kita harus memahami
bahwa kejadian yang menimpa penduduk bumi saat ini merupakan bagian
dari paket penciptaan alam semesta itu sendiri. Sifat dari alam semesta
adalah rusak dan menerima rusak.
Sedangkan yang memiliki sifat tetap dan abadi hanya Dzat Allah SWT,
sebagaimana disebutkan dalam QS: Al-Qasshash: 8:
َ
َ ُ َ ْ ُ ْ َ ُ ْ ُ ْ ُ َ ُ َ ْ َ َّ ٌ َ َ َ ُْ ُ
ْ
نوعجرت هيلؤو مكحلإ هل ۚ ههجو لَؤ كلاه ءش لك
ٍ
ِ
ِ
ِ
ِ
ي
Artinya: Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Dzat Allah. Bagi-Nya-lah
segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS Al-
Qasshash: 8)
Alam raya ini, termasuk bumi dan penduduknya tidak pernah dalam kondisi
yang utuh dan aman dari kerusakan (bencana) sepanjang masa. Kebaikan
dan kerusakan (nikmat hidup dan musibah/kematian) ada dalam keseiringan
dan melingkupi kehidupan manusia. Keduanya datang silih berganti dengan
tujuan menguji tingkat kualitas amal baik manusia.
Bagi manusia, musibah atau kesulitan dipahami sebagai peristiwa yang
tidak diinginkan. Namun hal itu pasti akan melintasi perjalanan hidup
manusia untuk menguji kesabaran agar mereka kembali mengingat Allah
SWT.
2

