Page 4 - PowerPoint Presentation
P. 4
Di dalam ayat tersebut juga menyebutkan ampunan (al-ghafur) setelah
kemuliaan (al-aziz) yang memiliki makna bahwa kemuliaan akan diperoleh
setelah mendapatkan pengampunan dosa dan amal shalih.
Sebagai orang yang beriman, kita mestinya mampu menangkap isyarat
yang diberikan Allah kepada kita, apapun bentuknya. Begitu banyak ayat Al-
Quran yang menyebut objek bicara (mukhathab) ditujukan kepada orang-
orang beriman.
Oleh karena itu, seberat apapun ujian yang kita rasakan, kita tidak perlu
berkecil hati di hadapan Allah. Allah adalah Dzat Yang Maha segalannya
dan Allah bisa melakukan apapun jika Dia berkehendak.
Tentu, selain kita harus bersabar dan tetap berusaha sebaik mungkin agar
terhindar dari musibah, kita harus tetap menyediakan ruang batin untuk
terus bersyukur atas semua nikmat yang Allah berikan selama ini.
Jika kita hitung, musibah yang sedang melanda dunia tidak sebanding
dengan jumlah nikmat yang pernah diberikan Allah sepanjang kehidupan di
dunia ini.
Terkait hal tersebut, syukur adalah cara terbaik agar kita tetap survive
dengan sikap yang positif di tengah musibah pandemi. Syukur merupakan
cara cerdas orang beriman dalam menghadapi musibah.
Syukur adalah wujud penghambaan nyata kepada Allah bahwa manusia
sangat bergantung kepada-Nya. Syukur juga sekaligus menunjukkan bahwa
musibah tidak menjadikan semua proses kehidupan ini berhenti total,
apalagi dengan sikap putus asa dengan menuntut keadilan Tuhan.
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Satu hal lagi yang juga patut kita syukuri di tengah situasi sulit seperti ini kita
merasakan adanya iklim solidaritas yang terus tumbuh di tengah
masyarakat
4

