Page 5 - PowerPoint Presentation
P. 5
Banyak kalangan berpunya yang memiliki kepedulian sosial (filantropi)
untuk ikut serta memilkul beban dalam menghadapi bencana ini melalui
penyaluran bantuan-bantuan sosial. Patut kiranya hal ini terus kita
tumbuhkan agar situasi semakin membaik dengan terus saling membantu
dan mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran.
Dalam konteks kehidupan umat beragama, kita juga merasakan terjaganya
kerukunan, kebersamaan, dan saling pengertian di tengah keragaman,
meski dinamika kecil tidak dapat dihindarkan. Hal ini tidak dapat dilepaskan
karena praktik moderasi beragama (wasathiyah) yang telah terjaga di
tengah umat beragama.
Sikap moderat dalam beragama benar-benar menjadi pondasi yang kokoh
selain faktor ekonomi dan politik di tengah wabah penyakit yang melanda
bangsa ini.
Jika kita semua mampu menempatkan cara pandang, sikap, dan perilaku
beragama moderat dan tidak terseret dalam tarikan paham dan perilaku
ekstrem kanan dan ekstrem kiri, niscaya kita akan tetap mampu bertahan
sebagai bangsa yang besar dan maju.
Pilar-pilar kebersamaan dan keharmonian dirajut melalui paham, sikap, dan
perilaku beragama “jalan tengah ”sehingga mempertebal ikatan persatuan
dan kesatuan dalam kemajemukan.
Paham, sikap, dan perilaku moderat merupakan ajaran yang telah
ditandaskan oleh Allah dalam QS: Al-Baqarah: 143:
ُ
ُ ُ َّ َ ُ َ َ َّ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ َ ً َ َ ً َّ ْ ُ َ ْ َ َ َ َ َ َ
لوسرلإ نوكيو سانلإ لَع ءإدهش إونوكتل اطسو ةمأ مكانلعج كلذكو
ِ
ِ
ِ
ُ َ
َ
ً
ْ ْ َ
إديهش مكيلع
ِ
Artinya: “Dan yang demikian ini Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) sebagai umat
pertengahan agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad)
menjadi saksi atas perbuatan kalian. ”(QS: Al-Baqarah: 143)
5

