Page 13 - Shudanco
P. 13
PETA merupakan singkatan dari Pembela Tanah Air yang
dibentuk pada masa pendudukan Jepang atas usulan Gatot
Mangkupraja. Akhirnya pada 3 Oktober 1943 Saiko Shikikan
mengeluarkan Osamu Seirei No 44 tentang pembentukan pasukan
tentara sukarela untuk mempertahankan pulau Jawa yang disebut
dengan tentara Pembela Tanah Air (Peta), adapun isi Osamu seirei
dalam (Asia Raya) (Anhar, Kartadarmadja, Sutjipto, & Kutoyo, 1982)
adalah sebagai berikut :
1. Tentara Peta berkebangsaan Indonesia (pribumi)
2. Di dalam tentara Peta akan ditempatkan militer Jepang untuk
tujuan pelatihan
3. Tentara Peta ditempatkan langsung di bawah panglima tentara
4. Tentara Peta adalah tentara teritorial yang memiliki kewajiban
mempertahankan daerah masing-masing (shu) dan harus siap
apabila terdapat musuh yang menyerang daerahnya.
Pembentukan PETA Blitar bukan sekedar
pertimbangan administratif saja, akan tetapi lebih
pada pertimbangan politik dan strategi militer.
Tujuan utama pembentukan Peta Blitar ialah
memperkuat pertahanan partai, melaksanakan
operasi penghambatan dan perang gerilya. Dalam
susunan organisasi Tentara Peta Blitar atau
Daidan Blitar, Soeprijadi menjabat sebagai Dai Ichi
Shodan (Peleton I). Ketika para anggota Peta di
tugaskan di luar kota dan ditempatkan di desa-
desa, sehingga mereka bisa menyaksikan
kesengsaraan rakyat desa. Selain itu, perlakuan
tentara Jepang juga merendahkan martabat
tentara dan para perwira Peta. Hal ini mereka
rasakan sebagai sesuatu yang merendahkan
martabat bangsa Indonesia (Soerachmad,
2004:14).
E-BAV Nilai-Nilai Perjuangan Shudanco Soeprijadi 6