Page 15 - Shudanco
P. 15
Pada rapat rahasia kedua diadakan di tempat yang
sama yaitu kamar Budanco Halir Mangkudijaya, dengan
peserta rapat lebih banyak dari rapat pertama. Pada rapat
ini Soeprijadi menekankan lagi bahwasannya maksud
diadakan rapat rahasia adalah untuk merencanakan
perlawanan kepada tentara Jepang. Soeprijadi meminta
rasa rela berkorban para peserta rapat dimana nantinya
resiko atau akibat dari perlawanan ini dihukum tahanan
dan dihukum mati. Ia juga menegaskan bahwa dalam
berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat
kedudukan maupun gaji yang tinggi (Kartomihardjo,
Saptono, & Soekarsono, 1986). Anggota rapat menyadari
akan konsekuensi dan menyetujui akan dilakukannya
perlawanan.
Rapat rahasia ketiga ini, Soeprijadi sudah tidak banyak memberi
keterangan. la hanya meminta dan menerima laporan usul, saran
dan pendapat dari para peserta rapat. Kemudian dikemukakan
dan dibahas pula tentang adanya rencana latihan perang di Tuban,
Bojonegoro, yang akan diselenggarakan oleh I0 Daidan dari daerah
Jawa Timur, dalam rapat ini anggota tentara peta memperteguh
dan membulatkan tekad untuk mempercepat perlawanan
(Kartomihardjo, Saptono, & Soekarsono, 1986). Pada saat rapat
rahasia keempat Soeprijadi sudah merasa bahwa rencana
perlawanannya akan tercium oleh Kempetai Jepang. Para Daidan
hendak menuju Tuban untuk latihan bersama dibatalkan karena
Daidanco Bojonegoro meninggal, kabarnya saat itu Daidanco
Bojonegoro dibunuh tentara Jepang. Hal ini menunjukkan
bahwasannya Jepang sudah mengetahui rencana perlawanan yang
akan dilakukan oleh Peta.
E-BAV Nilai-Nilai Perjuangan Shudanco Soeprijadi 8