Page 37 - MODUL 3
P. 37
Lembar refleksi dikirim kepada Bapak/Ibu guru melalui be-
berapa cara yang dapat ananda pilih sesuai keadaan Ananda, dapat
dikirim ke sekolah, difoto dan hasil foto tersebut dikirim melalui
handphone atau e-mail, atau melalui web sekolah.
Untuk mempunyai rumah yang kuat, kita harus mempersiapkan
pondasi atau dasar yang pas dan kuat. Pondasi adalah bagian bawah
bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah yang me-
miliki fungsi menyangga atau memikul beban bangunan yang
berada di atasnya. Dengan pondasi atau dasar yang kuat, maka
bangunan di atasnya akan stabil dan lebih kokoh. Untuk mem-
bangun rumah yang kuat dan kokoh kita harus teliti dalam mem-
buat dasar atau pondasi. Hal yang sama perlu dilakukan saat kita
akan membangun negara. Negara yang akan kita bangun perlu
dasar atau pondasi yang kuat. Ada landasan yang menjadi dasar
pijakan berdirinya suatu negara. Dengan dasar atau pondasi yang
kuat, maka negara itu akan kokoh dan kuat pula. Dengan dasar
yang kuat negara tidak akan mudah terombang ambing oleh ter-
paan angin, gelombang ataupun perubahan yang terjadi dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Dasar negara merupakan
pondasi berdirinya sebuah negara. Oleh karena itu dasar negara
sebagai pondasi harus disusun dan dibuat sekuat mungkin agar
negara dapat berdiri kokoh.
Proses perumusan dasar negara Indonesia dilakukan dalam
sidang-sidang BPUPKI. Setelah terbentuk dan dilantik BPUPKI
segera mengadakan persidangan. Masa persidangan BPUPKI yang
pertama dimulai pada tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan 1 Juni
MATA PELAJARAN PPKN — KELAS VII SEMESTER GASAL 25